Wow.. Inilah Spesies Katak Terunik

Mungkin dari sebagian kita akan merasa jijik bila melihat katak/kodok melintas di depan mata.
Tapi, tahukah anda di beberapa belahan bumi terdapat spesies katak yang membuat kita terpesona karena keunikan warna dan bentuknya.

Katak Mantel Merah



Memiliki Mantel Merah oranye/merah di permukaan dorsal/tubuh.
Katak kecil ini, mencapai ukuran 2,5 cm panjangnya.
Ukuran ini adalah kecil, katak ini merupakan katak darat asli Madagaskar.


Katak Pelangi



Katak Pelangi Malagasy adalah katak yang tinggal di hutan kering berbatu Madagaskar’s Isalo Massif, dimana ia berkembang biak di kolam dangkal sementara yang lainnya ditemukan di lembah.
Jenis ini juga beradaptasi dengan mendaki dalam lingkungan berbatu-batu, dan bahkan pada permukaan vertikal.
Ketika terancam, katak ini akan mengembangkan diri sebagai mekanisme pertahanan terhadap predator.


Katak Transparan



Hyalinobatrachium pellucidum, juga disebut sebagai katak kaca atau kristal karena dapat dilihat melalui dagingnya yang transparan.
Jenis ini tidak baru, tapi yang pasti terancam punah, sehingga temuan ini menggembirakan bagi lingkungan.


Katak Atelopus



Katak Atelopus yang dikenal dengan banyak nama seperti katak badut atau Kosta Rika Variable Harlequin Toad.
Katak tersebut adalah jenis katak neo-tropis yang dulunya hidup cukup luas tersebar di seluruh Kosta Rika dan Panama.
Spesies ini terancam kritis dan sekarang hanya tinggal sedikit terutama tersisa hanya di Panama.


Katak Terkecil Di dunia



Katak ini ditemukan di Pegunungan Andes Peru selatan, dengan ketinggian antara 9.925 dan 10.466 kaki di atas permukaan laut.


Katak Terbesar Di dunia



Katak Goliath atau Conraua goliath adalah spesies katak terbesar yang tersisa di Bumi.
Katak ini dapat tumbuh hingga 13 inci (33 cm) panjang dari moncong hingga ekor, dan bobot hingga 3 kg.
Katak ini memiliki kisaran habitat yang relatif kecil, terutama di Afrika Barat (dekat Gabon).
Katak Goliath dapat hidup sampai 15 tahun.
Katak goliath makan kalajengking, serangga dan katak kecil.
Goliath atau Conraua goliath ini memiliki pendengaran tajam tetapi tidak punya kantung vokal.


Katak Darwin



Katak Darwin chili cukup teratur muncul hingga sekitar tahun 1978, namun tidak tampak lagi dan hal itu tampaknya telah hilang, dan sekarang mungkin spesies punah.
Spesies ini, yang hidup di daun sampah di lantai hutan, memiliki metode yang tidak biasa dalam hal pengasuhan anak-anaknya, jantan mengambil telur dari sarang ke vokalnya kantung tempat mereka menetas menjadi kecebong setelah sekitar delapan hari.
Ketika mulai merasakan kecebong yang baru menetas menggeliat-geliat, katak jantan membawa mereka ke sungai di mana ia melepas katak muda dan di sini mereka menyelesaikan metamorfosisnya.


Katak Bantal



Katak bantal dapat tumbuh hingga enam inci panjang dan mendiami Uruguay, Brasil, dan Argentina utara.
Walaupun mungkin terlihat seperti bantalan diam, namun katak itu cepat dalam menyerang kadal, tikus kecil, burung, katak lain.


Katak Berlumut (Katak Vietnam)



Theloderma corticale, atau katak berlumut Vietnam, adalah spesies katak dalam keluarga Rhacophoridae.
Katak ini ditemukan di Vietnam dan mungkin Cina.
Habitat alamnya subtropis atau hutan dataran rendah tropis yang lembab, hidup dalam air tawar, dan daerah berbatu.
Nama umum dari katak berlumut timbul dari kenyataan bahwa kulit yang berbintik-bintik hijau dan hitam yang menyerupai lumut tumbuh di batu, dan bentuk yang efektif kamuflase atau penyamaran.


Katak Beracun (Katak Panah)



Katak beracun dengan warna seperti biru safir, adalah nama umum dari sekelompok katak dalam keluarga Dendrobatidae yang merupakan katak asli Amerika Tengah dan Selatan.
Tidak seperti kebanyakan katak, spesies yang aktif di siang hari, dan sering menunjukkan tubuh berwarna cerah.
Walaupun semua dendrobatids setidaknya agak beracun di alam liar, tingkat toksisitas bervariasi dari satu spesies ke berikutnya, dan dari satu populasi yang lain.
Banyak spesies yang kritis dan terancam punah.
Amfibi ini sering disebut “katak panah” oleh pribumi indian akibat penggunaan sekresi beracun mereka untuk meracuni ujung panahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar