12 Asal Usul Nama Bulan Masehi dan Hijriyah

 
Seperti yang kita ketahui bersama, kita kan memasuki tahun baru Masehi. Untuk itu MTN mau ngebahas tentang asal muasal dari nama bulan-bulan yang kita pakai hampir setiap hari.
 
JANUARI 
Dalam mitologi Romawi Kuno, dikenal seorang dewa berwajah dua. Satu menghadap ke depan dan satunya ke belakang. Untuk menentukan mana yang depan atau belakang, ditandai dengan wajah yang menghadap depan selalu tersenyum dan optimis, sedangkan yang menghadap ke belakang selalu terlihat muram dan sedih. Dewa itu bernama Janus, yang bisa pula berarti pintu, gerbang, gapura atau lorong masuk.
Itulah mengapa bulan pertama setiap tahun dinamakan dengan bulan JANUARI. Januarius Mensis (Latin, bulan Januari) dan bulan ini bisa dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap ke tahun sebelumnya dan lainnya ke tahun berjalan.
Dewa Janus dikatakan bermuka dua, namun bermuka dua dalam konteks waktu pun dapat kita jalankan. Setiap awal tahun kita biasanya memiliki resolusi tahun baru yang didapatkan dari dualisme masa yaitu masa lampau dan masa mendatang (dengan berpijak dari masa lampau, kita akan meraih masa depan) dan mengisi waktu diantaranya. Berjuang dalam masa kini.
 
FEBRUARI
Februari adalah bulan kedua tahun dalam Kalender Gregorius. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda Februari yang mengambil dari bahasa Latin, Februus, dewa penyucian. Bulan ini merupakan bulan istimewa sebab panjangnya bisa 28 atau 29 hari, pada Tahun Kabisat. Variasi pengejaan nonbaku yang kadang-kadang dipakai adalah "Pebruari". Oleh bangsa Romawi bulan ini dipandang sebagai waktu untuk merayakan upacara penyucian.
 
MARET
Merupakan bulan ketiga dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewa Mars, Dewa Perang. Pada mulanya, Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Romawi, lalu pada tahun 45 SM Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di depannya sehingga menjadi bulan ketiga. Bulan ini memiliki 31 hari.
 
APRIL
Merupakan bulan keempat dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Aprilis, atau dalam bahasa Latin disebut juga Aperire yang berarti ”membuka”. Diduga kuat sebutan ini berkaitan dengan musim bunga dimana kelopak bunga mulai membuka. Juga diyakini sebagai nama lain dari Dewi Aphrodite atau Apru, Dewi Cinta orang Romawi. Bulan ini memiliki 30 hari.
 
MEI
Mei adalah bulan kelima dalam Kalender Gregorian. Namanya berasal dari bahasa Latin yang kemungkinan besar merujuk kepada Dewi Maia yaitu Dewi Kesuburan Bangsa. Bulan ini memiliki 31 hari.
 
JUNI
Juni merupakan bulan keenam dari tahun Masehi. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin dewi Juno, sakti atau istri daripada dewa Jupiter. Bulan ini memiliki 30 hari.
 
JULI
Juli adalah bulan ketujuh dalam Kalender Gregorian. Namanya diambil dari nama Kaisar Romawi, Julius Caesar, yang lahir pada bulan ini. Sebelumnya, bulan ini disebut Quintilis yang berarti kelima dalam bahasa Latin karena pada mulanya, Kalender Romawi diawali pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari, sama dengan bulan setelahnya, Agustus.

 
AGUSTUS

Agustus adalah bulan kedelapan dalam satu tahun Kalender Gregorian. Asal-usul kata ini tidaklah begitu jelas, tetapi kemungkinan besar diambil dari bahasa Portugis "Agosto" yang dipengaruhi oleh bahasa Belanda "Augustus". Kedua nama tersebut merujuk kepada Kaisar Romawi, Octavianus Augustus. Sebelumnya, bulan ini disebut Sextilis yang berarti keenam dalam bahasa Latin. Agustus adalah satu dari tujuh bulan lain yang memiliki 31 hari. Pada tahun biasa, tidak ada bulan lain yang dimulai pada hari dalam minggu yang sama seperti pada bulan Agustus walaupun pada tahun kabisat, bulan Februari dimulai pada hari yang sama. Bulan Agustus berakhir pada hari yang sama dengan bulan November setiap tahunnya.

SEPTEMBER

September adalah bulan kesembilan tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; septem yang berarti "tujuh" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret, kemudiannya ditukar pada 153 SM.
Bulan ini memiliki 30 hari.

OKTOBER
Merupakan bulan kesepuluh dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin Octo, yang berarti delapan. Oktober merupakan bulan kedelapan dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM karena dahulu bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari
 
NOVEMBER 
November adalah bulan kesebelas tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari bahasa Latin; novem yang berarti "sembilan" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 30 hari. Variasi pengejaan nonbaku yang kadang-kadang (namun tidak dianjurkan) dipakai adalah "Nopember". November merupakan bulan kesembilan dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.

 
DESEMBER
Desember adalah bulan keduabelas tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda, December yang mengambil dari bahasa Latin; decem yang berarti "sepuluh" karena dahulu kala tahun bermula pada bulan Maret. Desember merupakan bulan kesepuluh dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM. Bulan ini memiliki 31 hari. Dibulan inilah diyakini lahirnya Dewa Matahari (25 Dec) yang kemudian diadopsi oleh Kristen menjadi perayaan gereja, yakni Natal Yesus Kristus.

/-------------------/*
Berbeda dengan Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Umar bin Khatab, yg menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW (ditemani Abu Bakar) dari Mekah ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman ALLAH SWT:
 
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah(9):36).
 
1. Muharram.
Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang.
2. Shafar.
Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang.
3. Rabi’ul Awal,
artinya masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar).
4. Rabi’ul Akhir,
artinya akhir masa menetapnya kaum lelaki.
5. Jumadil Awal,
artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering.
6. Jumadil Akhir,
artinya akhir kekeringan. Dengan demikian, musim kering berakhir.
7. Rajab,
artinya mulia. Jaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini.
8. Sya’ban,
artinya berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah.
9. Ramadhan,
artinya sangat panas. Bulan yg memanggang (membakar) dosa, karena di bulan ini kaum Mukmin diharuskan berpuasa/shaum sebulan penuh.
10. Syawwal,
artinya kebahagiaan.
11. Zulqaidah,
artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab.
12. Zulhijjah,
artinya yg menuaikan haji.



Semoga penjelasan yang panjang itu membuat anda lebih tahu dan semakin tahu.
Terima kasih
 
Courtesy Of:
http://www.mhusains.co.cc/2011/03/asal-usul-nama-bulan-dalam-penanggalan.html
http://wikipedia.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar