Selamat Ulang Tahun, Dear :)

 

oleh Disya D'satuHati MasihberLayar MenentukanArah pada 10 Desember 2012 pukul 0:47
 

Assalamualaikum Wr. Wb

Dear pembaca budiman yang baik hatinya :)
Dear kamu-yang pasti menyempatkan diri untuk membaca tulisan ini. :D

Aku menulis lagi. Dan tulisan ini aku dedikasikan khusus untuk seseorang yang (sekarang) nun jauh di seberang sana. Untuk mencapai tempat-lokasi di mana dia berada pun harus menyeberangi sebuah benua dan 2 samudera, eh ngga ding! Maksudnya sebuah pulau dan dua selat, euy. Hehe

Alasanku menulis mengingat hari ini, tanggal ini, bulan ini dan tahun ini adalah momen penting dan berharga bagi ‘seseorang’ selama hidupnya di dunia ini (halah). Yah, dan itulah yang mengharuskan jari-jemariku ini bergerak lincah di atas keyboard Lephiasus, di malam yang sesunyi ini, dalam keadaan ngantuk yang teramat sangat. :D

Hari ini, hari yang kau tunggu. Bertambah satu tahun usiamu bahagialah kamu.



... Maaf, bukannya pelit, atau ngga mau nge-modal dikit. Yang ingin aku beri padamu doa setulus hati.



Semoga Tuhan melindungi kamu serta tercapai semua angan dan cita-citamu. Mudah-mudahan diberi umur panjang, sehat selama-lamanya. :)


Selamat Ulang Tahun. :)
(Selamat Ulang Tahun- Jamrud).

Ahmad Sarid Ezra Fathin.
Namanya cukup panjang, namun unik.
Panjang karena terdiri dari 4 buah kata, biasanya untuk penamaan seseorang hanya memakai 2 buah kata (bagi orang Jepang), tau paling banter 3 lah, seperti diriku ini.

Unik karena namanya bila disingkat menjadi ♥ A.S.E.F ♥. Seperti bahasa sunda: kasep. Atau kadang aku memanggil dia Asefhia, pelesetan dari Sephia-nya Sheila On 7. Hehe :)

‘Tinggalkan Lombok tercinta demi masa depan cipta..’

Dengan kebulatan tekad, demi terwujudnya mimpi, cita-cita serta masa depannya sehingga dia memutuskan untuk meninggalkan Lombok tercinta, tempat yang telah membesarkannya selama 17 tahun (lebih sedikit), tempat orang-orang terkasihnya berada. Ya, dia rela meninggalkan semua itu, dengan harapan suatu saat sekembalinya, HARUS SUKSES! :D aamiin.

Hari Senin, tanggal 10, bulan ke 12, di tahun ke 18-mu ini. Saat-saat yang mungkin paling kau tunggu-tunggu kedatangannya dalam 365 hari yang ada dalam kalender Masehi atau pun 354 hari dalam kalender Hijriyah. Wajar saja, hanya sekali dalam setahun. Tunggu dulu, atau aku terlalu berlebihan? Mungkin saja kau bersikap biasa saja dengan tanggalan ini. Dan tahun ini kali pertama dirimu jauh dari rumah. Entah itu kau rayakan dengan cara apa, di sana. Semoga tidak mengurangi kebahagiaanmu tanpa keberadaan (secara fisik) orang-orang terkasihmu, di sisimu. Tapi, yakinlah, mereka-aku pun- selalu ada. Berusaha selalu ada untukmu.

Seiring bertambahnya usiamu, itu artinya kesempatan hidup di dunia menjadi berkurang. Tapi aku rasa, kamu paham artinya: untuk tidak menyia-nyiakan apa yang sudah diberikan padamu.

Mendekati 17 bulan hubungan kita ini. Kita lalui. Mencoba bertahan. Ada yang mencoba mendekat, tapi kutepis, kubanting. Tak kuhiraukan. Yah, baru 3.5 bulan di sana, tapi hati ini terasa hampa, seperti ada ruang kosong yang tak terisi. Aku tidak tahu kenapa. Yah, waktu 3.5 bulan masih jauh dari setengah perjalananmu, perjalananku, perjalanan kita.

Bertahan sayang dengan doamu. Kucoba bertanya pada Tuhanku.
Percayalah sayang, ku tak ingin semuanya berakhir.
Ku berusaha untuk selalu di sini.,
(Tentang Hidup – Sheila On 7)

Hei, kau yang di sana.

Tidakkah engkau tahu, seberapa pantaskah kau untukku tunggu?

Layakkah seorang aku menantikanmu?

Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti. Karena aku dan kamu tahu, manusia hanya bisa berencana, namun Tuhanlah yang menggariskan jalan hidup kita. Tapi aku tetap yakin dan terus berdoa, aku adalah tulang rusukmu itu. Salahkah aku berharap seperti itu?

Dari awal kamu menyatakan perasaan hingga sekarang, aku tahu itu memang takdir kita. Kau yang selalu mencoba untuk apa adanya. Kau yang selalu mencoba untuk mengimbangiku. Mencoba menyukai apa yang aku sukai, seperti halnya band kesayanganku, Sheila On 7.

Hei, kamu yang di sana! Apa itu bukan takdir, saat kau tiba-tiba hadir dalam kekosongan dan kepedihan jiwaku ini. Semua yang kita rangkai indah, waktu-waktu kebersamaan itu.

Sepenggal lirik Sheila On 7 yang menjadi Kamus Kisah Cinta Kita.

“kau ajarkan aku bahagia.. kau ajarkan aku derita..”

“kau takkan pernah tahu apa yang kau miLiki, hingga nanti kau kehiLangan..”

“bertahan sayang dengan doamu.. kucoba bertanya pada Tuhanku..”

“tak akan kuhaLangi waLau ku tak ingin kau pergi..”

“coba berusaha untuk Lebih mencintaiku.. aku kan mencoba haL yang sama..”

“takdir yang kan menuntunmu puLang kepadaku di hari yang tepat..”

“rindukanLah diriku seLagi punya waktu..
hargaiLah diriku, kutahu engkau mampu..”


“sebeLum waktu memisahkan detikku detikmu..
sebeLum dewasa menua memisahkan kita..
degupan jantung kita akan sLaLu seirama..
biLa kau rindu aku..”

“tak pernah kita pikirkan ujung perjaLanan ini..
tak usah kita pikirkan ujung perjaLanan ini.. dan tak usah kita pikirkan ujung perjalanan ini..”

“it`s you in my past, my present and my future..”

“..hingga nanti di suatu pagi, saLah satu dari kita mati.. sampai jumpa di kehidupan yang Lain..”


Dear, kamu yang di sana. Mungkin hanya lewat sebuah tulisan ini, ucapanku tersampaikan dengan baik.

Selamat Ulang Tahun, Ahmad Sarid Ezra Fathin. :)
Harapan Untuk Semua yang Terbaik.
Jadikan Masa Depanmu Menarik.

Dari seseorang yang tulus mencintai dan menyayangi serta terus menantikanmu.

Intan Wulandari Zaini



Alasan:

Aku menyematkan tulisan ini di blog bukan semata-mata untuk pamer, tapi catatan penting di facebook ini yang tidak ingin kehilangan tersebab facebook mungkin bakalan ditutup atau tak ingin memindahkannya ke Ms. Word karena bisa saja my SBOB rusak. Atau apalah, Kalo di blog kan aman.. :')
 
Saya hanya bisa mengucapkan kata Aamiin atas do'amu itu, :')
Terima kasih bijaksana sayang,
 
And Love would be always be love
Would be always be love..
♥ I.W.Z ♥

Tidak ada komentar:

Posting Komentar