10 Kuil Mesir Kuno Yang Menakjubkan


Kuil-kuil Mesir kuno dalam daftar berikut dibangun dari sekitar tahun 4000-an SM. Kuil Mesir yang terakhir dibangun berada di Philae yang tidak lagi digunakan pada abad ke-6 M. Jadi tidak mengherankan, jika daftar kuil Mesir kuno ini mencakup berbagai macam struktur yang berbeda yang berkembang selama periode waktu yang panjang. Dan jalan-jalan ke Mesir rasa-rasanya tidak akan lengkap tanpa mengunjungi setidaknya salah satu dari kuil-kuil di bawah ini.


Berikut 10 Kuil Mesir Kuno Yang Menakjubkan :

1. Karnak



Meskipun hanya tersisa reruntuhannya saja, hanya sedikit objek wisata di Mesir yang lebih menarik dibanding Karnak. Karnak adalah situs agama kuno terbesar di dunia, dan merupakan pencapaian gabungan dari banyak generasi pembangun di Mesir. Karnak sebenarnya terdiri dari tiga kuil utama, kuil tertutup yang lebih kecil, dan kuil-kuil luar yang terletak sekitar 2,5 kilometer utara Luxor. Butuh ribuan tahun untuk membangun Kuil Karnak ini. Namun, sebagian besar struktur Karnak diselesaikan oleh firaun dari Kerajaan Baru (1570-1100 SM). Salah satu struktur yang paling terkenal dari Karnak adalah aulanya, yaitu area seluas 5.000 m2 dengan 134 kolom besar yang berdiri dalam 16 baris.

2. Abu Simbel
 


Kuil kembar Abu Simbel dipahat dari gunung pada masa pemerintahan Firaun Ramses The Great pada abad ke-13 SM, sebagai monumen abadi untuk dirinya dan Ratu Nefertari. Kompleks kuil ini dipindahkan secara keseluruhan pada tahun 1960 untuk menghindarinya dari terendam air selama pembuatan Danau Nasser, waduk air buatan yang dibuat setelah pembangunan bendungan di Sungai Nil.

3. Kuil Luxor
 


Kuil Luxor terletak di tepi timur Sungai Nil di kota kuno Thebes dan dibangun pada tahun 1400 SM selama pemerintahan Kerajaan Baru. Kuil ini didedikasikan untuk tiga dewa Mesir, Amun, Mut, dan Chons. Kuil ini adalah pusat dari festival Opet, festival Thebes yang paling penting. Selama festival tahunan ini, patung tiga dewa dikawal dari kuil Amun di Karnak ke kuil Luxor sepanjang jalan dari patung sphinx yang menghubungkan 2 kuil tersebut.

4. Kuil Hatshepsut



Kuil Mortuary of Hatshepsut, terletak di tepi barat Sungai Nil. Kuil ini adalah struktur bertiang, yang dirancang dan dilaksanakan oleh Senemut, arsitek kerajaan Hatshepsut, untuk melayani untuk menghormati kemuliaan dewa Amun. Kuil ini dibangun di sebuah tebing yang naik tajam di atasnya dan terdiri dari tiga teras berlapis yang tingginya mencapai 30 meter. Teras ini dihubungkan oleh jalan landai panjang yang pada masa jayanya pernah dikelilingi oleh kebun.

5. Kuil Seti I



Kuil Seti I adalah kuil dimana mayat Firaun Seti I disemayamkan, dan terletak di tepi barat Sungai Nil di Abydos. Kuil kuno ini dibangun menjelang akhir masa pemerintahan Seti, dan mungkin telah diselesaikan oleh putranya Ramses the Great setelah kematiannya pada tahun 1.279 SM. Kuil ini berisi Daftar Raja Abydos. Ini adalah daftar kronologis firaun dari banyak dinasti Mesir dari Menes.

6. Kuil Edfu



Kuil Edfu didedikasikan untuk dewa Horus, dan merupakan salah satu kuil yang tetap terjaga dengan baik. Pembangunan kuil ini dimulai pada tahun 237 SM pada masa pemerintahan Ptolemy III, dan selesai hampir dua abad kemudian pada tahun 57 SM pada masa pemerintahan Ptolemy XII, ayah dari Cleopatra yang terkenal. Kuil ini terdiri dari unsur-unsur tradisional kuil Mesir dari Kerajaan Baru, bersama-sama dengan unsur Yunani seperti rumah kelahiran (Mammisi).

7. Kuil Philae
 


Pulau Philae adalah pusat dari pemujaan terhadap dewi Isis. Kuil pertama di pulau ini dibangun oleh firaun dari dinasti ke-30. Pembangunan kuil berlanjut selama tiga abad oleh Dinasti Ptolemaic Yunani dan para penguasa Romawi. Kaisar Romawi, Trajan, membangun Kios Trajan di tahun 100 M yang menjadi pintu masuk sungai ke kuil Isis. Pada tahun 1960 monumen kuil dan lainnya di pulau tersebut diangkut ke pulau Agilika oleh UNESCO untuk menyelamatkannya dari tenggelam oleh air yang naik dari Sungai Nil akibat pembangunan Bendungan Aswan. Pulau Philae kini berada di bawah Danau Nasser.

8. Colossi of Memnon



Dibangun sekitar tahun 1350 SM, Colossi of Memnon adalah dua patung batu besar yang menggambarkan Firaun Amenhotep III dalam posisi duduk. Fungsi asli dari Colossi of memnon ini adalah sebagai patung penjaga di pintu masuk kuil dimana mayat Amenhotep disemayamkan, dimana ia dipuja baik sebelum dan sesudah kepergiannya dari dunia ini. Kuil yang merupakan kuil Mesir kuno terbesar itu saat ini hampir sepenuhnya menghilang kecuali dua patungnya. Kedua patung tersebut juga berada dalam keadaan yang cukup buruk, dengan bagian-bagian di atas pinggang yang sudah hampir tak bisa dikenali lagi.

9. Kuil Kom Ombo



Terletak di sebuah bukit tinggi yang menghadap ke sungai Nil, kuil Kom Ombo adalah sebuah kuil ganda yang dibangun selama dinasti Ptolemaic. Kuil ini sebenarnya telah dimulai dibangun oleh Ptolemy VI the Philometor pada awal abad kedua SM. Kuil Kom Ombo sebenarnya adalah dua kuil kembar dengan segala sesuatu diduplikasi secara persis di sepanjang sumbu utamanya, sehingga ada dua pintu masuk, dua halaman, dua deretan tiang, dua aula dan dua altar.

10. Medinet Habu
 


Terletak di tepi barat Luxor, Medinet Habu adalah nama Arab untuk kompleks kuil terbesar kedua setelah Karnak dalam hal ukuran, kuil ini juga lebih terjaga dengan baik dibanding kuil-kuil lainnya. Firaun Hatshepsut dan Tutmosis III awalnya membangun sebuah kuil kecil yang didedikasikan untuk dewa Amun di tempat ini. Di sebelah kuil mereka, Ramses III membangun kuil tempat persemayamannya. Ramses III kemudian metutup kedua struktur awal tadi dengan dinding lumpur dan bata besar dan menambahkan gudang, tempat pekerja, dan tempat tinggal ke dalam kompleks kuil ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar